Peran penting masyarakat dalam tata kelola hutan dan REDD+: Arahan Kebijakan

April 2016

Download

Dampak kerusakan lingkungan dan perubahan iklim kian dirasakan dan tak dapat dihindari lagi. Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dianggap sebagai penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan tersebut. Berbagai konsep adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pun disampaikan oleh para pihak untuk menjadi komitmen bersama dalam mengatasi isu tersebut, termasuk pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan (Reducing Emission from Deforestation and Degradation-REDD+). Upaya pengurangan emisi GRK tidak cukup dengan komitmen semata. Tetapi harus ditunjukkan dengan kerja nyata. Sebagaimana telah ditunjukkan oleh banyak masyarakat di dalam ataupun sekitar hutan yang telah berperan dalam mendorong pengelolaan hutan secara lestari, mencegah konversi hutan dan memperbaiki pengelolaan hutan. Untuk upaya masyarakat tersebut, perlu didukung dengan kebijakan yang memadai. Mengingat, peran masyarakat tersebut menopang komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi emisi GRK sebesar 29% dengan upaya sendiri.