RECOFTC di Indonesia

RECOFTC di Indonesia

Mengikuti berakhirnya fase pengembangan kapasitas untuk Hutan Desa, RECOFTC memposisikan diri untuk memfasilitasi perluasan modalitas Kehutanan Masyarakat bersama dengan mitra setempat sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mencapai target nasional Perhutanan Sosial yang ambisius dan pembangunan Kesatun Pemangkuan Hutan (KPH). Di samping target ambisius dalam pengembangan Perhutanan Sosial tersebut, kekurangan sumber daya dan kapasitas  pada tingkat kabupaten sebagai pusat posisi desentralisasi telah diidentifikasi. Proses yang panjang dalam pemberian hak kepada masyarakat juga memperlambat pengembangan program nasional. Penilaian Kebutuhan Pengembangan Kapasitas yang dilaksanakan bersama dengan pemangku kepentingan menyadarkan bahwa kebutuhan yang dirasakan di Indonesia adalah, mendapatkan dan mengkomunikasikan pengetahuan, membagikan 64 perspektif Kehutanan Masyarakat ke dalam diskusi kebijakan dan mengintegrasikan proses devolusi pengelolaan hutan di dalam program nasional kehutanan Indonesia. 

 

Indonesia berusaha keras mengurangi perubahan fungsi dan kerusakan hutan melalui inisiatif program REDD+, dalam hal ini RECOFTC telah dan akan terus mendukung pengembangan kapasitas para pihak di tingkat akar rumput untuk menguatkan keterlibatan mereka secara lebih efektif dalam pengembangan REDD+. Pengembangan kapasitas lebih berfokus pada kewirausahaan berbasis hutan yang berkelanjutan sebagai bagian dari mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk peningkatan matapencaharian dan ketahanan masyarakat.